Archive for 2013
Yan Hui adalah murid kesayangan Confucius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: 3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.
Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.
Yan Hui: Baik, jika Confucius bilang kamu salah, bagaimana?
Pembeli kain: Kalau Confucius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?
Yan Hui: Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.
Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confucius. Setelah Confucius tahu duduk persoalannya, Confucius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: 3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Berikan jabatanmu kepada dia.
Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confucius berkata dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.
Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confucius tapi hatinya tidak sependapat.
Dia merasa Confucius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confucius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasihat: Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.
Yan Hui menjawab, Baiklah, lalu berangkat pulang.
Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasihat Confucius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasihat gurunya yang pertama sudah terbukti.
Apakah saya akan membunuh orang?
Yan Hui tiba di rumahnya saat malam sudah larut dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasihat Confucius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.
Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confucius, berlutut dan berkata:
Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?
Confucius berkata: Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh.
Yan Hui berkata: Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.
Jawab Confucius : Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga.
Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?
Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu.
Sejak itu, kemanapun Confucius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.
Cerita ini mengingatkan kita :
Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat. Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.
Membuat Orientasi Halaman berbeda (Portrait dan Landscape) dalam satu file Word
Wednesday, 27 March 2013
Posted by Amal Yusuf
Tag :
Tips Komputer
Dalam menggunakan aplikasi ms.word (2007,2010, 2013) penggunaan orientasi halaman
yaitu portrait dan landscape kadang kita butuhkan dalam satu file
aplikasi Microsoft word. Penggunaan orientasi halaman landscape walaupun
jarang digunakan, tapi kadang mau tidak mau harus kita gunakan pada
file word yang akan kita buat, sedangkan dalam file word itu sebagian
besar orientasi halaman yang kita gunakan adalah portrait.
Biasanya (yang saya lihat), pengguna aplikasi Microsoft Word khususnya untuk pembuatan karya tulis, menyiasatinya dengan membuat file yang berbeda untuk tiap orientasi halaman yang berbeda ini. Jadi halaman untuk orientasi halaman landscape dibuatkan file baru. Jadi file yang satunya (orientasi halaman portrait), halaman yang menggunakan orientasi halaman landscape dikosongkan. Tentu cara ini kurang efektif.
Berikut cara agar orientasi halaman portrait dan landscape dapat digabungkan dalam satu file word.
1. Tempatkan kursos pada bagian halaman yang akan dibuatkan orientasi halaman yang berbeda (sebaiknya kursor berada pada bagian paling atas halaman). Contoh: kita ingin membuat halaman dengan orientasi Landscape pada halaman 2, maka tempatkan kursor pada halaman 2.
2. Pilih Page Layout, Page Setup
3. Pilih Orientation, Landscape
4. Pilih Apply to,this point forward
5. Klik OK
Hal yang harus diperhatikan adalah saat membuat orientasi halaman ini landscape ini maka halaman berikutnya tentu juga orientasi landscape, maka untuk mengembalikan (contoh kasus pada halaman 3), maka halaman berikutnya kita menggunakan cara diatas untuk mengembalikan orientasi portrait tentunya kita pilih lagi this point forward untuk pilihan Apply to setelah sebelumnya mengatur margin dan memilih orientasi portrait.
Biasanya (yang saya lihat), pengguna aplikasi Microsoft Word khususnya untuk pembuatan karya tulis, menyiasatinya dengan membuat file yang berbeda untuk tiap orientasi halaman yang berbeda ini. Jadi halaman untuk orientasi halaman landscape dibuatkan file baru. Jadi file yang satunya (orientasi halaman portrait), halaman yang menggunakan orientasi halaman landscape dikosongkan. Tentu cara ini kurang efektif.
Berikut cara agar orientasi halaman portrait dan landscape dapat digabungkan dalam satu file word.
1. Tempatkan kursos pada bagian halaman yang akan dibuatkan orientasi halaman yang berbeda (sebaiknya kursor berada pada bagian paling atas halaman). Contoh: kita ingin membuat halaman dengan orientasi Landscape pada halaman 2, maka tempatkan kursor pada halaman 2.
2. Pilih Page Layout, Page Setup
3. Pilih Orientation, Landscape
4. Pilih Apply to,this point forward
5. Klik OK
Hal yang harus diperhatikan adalah saat membuat orientasi halaman ini landscape ini maka halaman berikutnya tentu juga orientasi landscape, maka untuk mengembalikan (contoh kasus pada halaman 3), maka halaman berikutnya kita menggunakan cara diatas untuk mengembalikan orientasi portrait tentunya kita pilih lagi this point forward untuk pilihan Apply to setelah sebelumnya mengatur margin dan memilih orientasi portrait.
Anda seorang yang Penyendiri/Pemalu (Introvert)?
Saturday, 23 March 2013
Posted by Amal Yusuf
Tag :
Renungan
Apakah kita menjulukinya "orang serius"
"sombong" ?, atau bertanya kepadanya eh,
kamu sakit ya? Menganggapnya penyendiri, dan
tak sopan? Yang kita musti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?
Bila jawaban kita ya, besar kemungkinan kita telah bertemu dengan seorang
introvert dan rupanya kita tidak
memperlakukannya dengan baik. Sains telah belajar banyak tentang perilaku dan
kebutuhan orang-orang introvert. Sains menemukan misalnya, lewat pemindaian
otak, bahwa introvert memproses informasi dengan cara yang berbeda dari
orang-orang umumnya (saya tidak mengada-ada). Introvert bisa jadi orang yang
biasa saja, tapi mereka juga adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling
kerap disalahpahami di dunia.
Kebanyakan orang cenderung menempatkan orang eksrovert lebih
unggul disbanding introvert. Bahkan, kadang kita sampai berkata untuk menjadi
orang yang sukses, jadilah orang yang ekstrovert, ato dengan kata lain
introvert adalah buruk sedangkan ekstrovert adalah baik. Hal ini membuat orang2
introvert cenderung merasa putus asa, dan tergoda atau terpaksa untuk berubah
menjadi orang yang ekstrovert.
Orang ekstrovert identik dengan berhati besar, bersemangat,
hangat, dan empati. Sebaliknya orang introvert digambarkan sebagi seseorang
yang tidak dapat bergaul, pemalu, kaku, penyendiri, pendiam, dan pelamun.
Menurut seorang ahli psikologi, orang introvert dapat sukses
dalam bidang yg dia geluti asal memiliki motivasi diri, manajemen diri, self
awareness, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Beberapa tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael
Jordan, J. K. rowling, Bill gates, Steven spielberg merupakan introvert.
Kaum introvert memang tidak pandai berkomunikasi, sehingga
potensi yg dimilikinya tidak terlihat segera. Meski dewmikian, orang introvert
dapat terbuka dan lepas ketika menemukan seseorang yg cocok dengan dirinya.
Tidak seperti orang ekstrovert yang bisa bergaul dengan siapa saja, orang
introvert membutuhkan kenyamanan saat berteman. Introvert cenderung berpikir
sebelum berbicara, sedangkan orang ekstrovert berpikir ketika berbicara.
Jika ada teman atau keluarga kita yg termasuk orang
introvert, perlu ddidukung dengan :
1. Menyadari bahwa introvert bukan pilihan, bukan gaya
hidup, tetapi sebuah orientasi
2. Jika menemukan orang introvert kehilangan kata-kata,
jangan berkata hei, ada apa? atau kamu baik-baik saja?
karena itu akan membuat orang introvert gak nyaman, sedih,
dan merasa hilang semangat bahkan di dalam suatu adegan film disinggung tentang
masalah introvert ekstrovert. kira2 gini percakapannya.
A : Pernahkah kau mendengar Alam semesta berbicara ?
B : Tidak...
A : Itu karena kau terlalu berisik ! (ekstrovert=banyak
omong=Berisik).
cobalah untuk tenang maka kau akan dapat mendengar alam semesta
"berbicara" (Berbicara di sini maksudnya adalah Inspirasi.
Introvert=gak byk omong=lebih tenang=gampang dapet inspirasi).
ane banget .. ga tau
kudu senang apa sedih. tapi apapun itu ALLAH maha adil, pasti ada kelebihan dan
kekurangan
menurut ane +
Lebih mendalami hidup
Lebih memperhatikan sekitar
Mudah mendapatkan ide
Hidup menjadi sangat tenang
Mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang pada biasanya
-
Dijauhin orang
Ngomong suka belibet
Malu
Jarang keluar rumah jadi kurang pergaulan

