Archive for March 2013

Dalam menggunakan aplikasi ms.word (2007,2010, 2013) penggunaan orientasi halaman yaitu portrait dan landscape kadang kita butuhkan dalam satu file aplikasi Microsoft word. Penggunaan orientasi halaman landscape walaupun jarang digunakan, tapi kadang mau tidak mau harus kita gunakan pada file word yang akan kita buat, sedangkan dalam file word itu sebagian besar orientasi halaman yang kita gunakan adalah portrait.

Biasanya (yang saya lihat), pengguna aplikasi Microsoft Word khususnya untuk pembuatan karya tulis, menyiasatinya dengan membuat file yang berbeda untuk tiap orientasi halaman yang berbeda ini. Jadi halaman untuk orientasi halaman landscape dibuatkan file baru. Jadi file yang satunya (orientasi halaman portrait), halaman yang menggunakan orientasi halaman landscape dikosongkan. Tentu cara ini kurang efektif.

Berikut cara agar orientasi halaman portrait dan landscape dapat digabungkan dalam satu file word.

1. Tempatkan kursos pada bagian halaman yang akan dibuatkan orientasi halaman yang berbeda (sebaiknya kursor berada pada bagian paling atas halaman). Contoh: kita ingin membuat halaman dengan orientasi Landscape pada halaman 2, maka tempatkan kursor pada halaman 2.


2. Pilih Page Layout, Page Setup



3. Pilih Orientation, Landscape
4. Pilih Apply to,this point forward
5. Klik OK


Hal yang harus diperhatikan adalah saat membuat orientasi halaman ini landscape ini maka halaman berikutnya tentu juga orientasi landscape, maka untuk mengembalikan (contoh kasus pada halaman 3), maka halaman berikutnya kita menggunakan cara diatas untuk mengembalikan orientasi portrait tentunya kita pilih lagi this point forward untuk pilihan Apply to setelah sebelumnya mengatur margin dan memilih orientasi portrait.

Anda seorang yang Penyendiri/Pemalu (Introvert)?

Saturday, 23 March 2013
Posted by Amal Yusuf
Tag :


Pernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil? Yang musti ditarik-tarik untuk datang ke pesta, lalu perlu seharian penuh untuk penyegaran kembali?

Apakah kita menjulukinya "orang serius" "sombong" ?, atau bertanya kepadanya eh, kamu sakit ya? Menganggapnya penyendiri, dan tak sopan? Yang kita musti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?

Bila jawaban kita ya, besar kemungkinan kita telah bertemu dengan seorang introvert dan rupanya kita tidak memperlakukannya dengan baik. Sains telah belajar banyak tentang perilaku dan kebutuhan orang-orang introvert. Sains menemukan misalnya, lewat pemindaian otak, bahwa introvert memproses informasi dengan cara yang berbeda dari orang-orang umumnya (saya tidak mengada-ada). Introvert bisa jadi orang yang biasa saja, tapi mereka juga adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling kerap disalahpahami di dunia.

Kebanyakan orang cenderung menempatkan orang eksrovert lebih unggul disbanding introvert. Bahkan, kadang kita sampai berkata untuk menjadi orang yang sukses, jadilah orang yang ekstrovert, ato dengan kata lain introvert adalah buruk sedangkan ekstrovert adalah baik. Hal ini membuat orang2 introvert cenderung merasa putus asa, dan tergoda atau terpaksa untuk berubah menjadi orang yang ekstrovert.

Orang ekstrovert identik dengan berhati besar, bersemangat, hangat, dan empati. Sebaliknya orang introvert digambarkan sebagi seseorang yang tidak dapat bergaul, pemalu, kaku, penyendiri, pendiam, dan pelamun.

Menurut seorang ahli psikologi, orang introvert dapat sukses dalam bidang yg dia geluti asal memiliki motivasi diri, manajemen diri, self awareness, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Beberapa tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, J. K. rowling, Bill gates, Steven spielberg merupakan introvert.

Kaum introvert memang tidak pandai berkomunikasi, sehingga potensi yg dimilikinya tidak terlihat segera. Meski dewmikian, orang introvert dapat terbuka dan lepas ketika menemukan seseorang yg cocok dengan dirinya. Tidak seperti orang ekstrovert yang bisa bergaul dengan siapa saja, orang introvert membutuhkan kenyamanan saat berteman. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara, sedangkan orang ekstrovert berpikir ketika berbicara.

Jika ada teman atau keluarga kita yg termasuk orang introvert, perlu ddidukung dengan :

1. Menyadari bahwa introvert bukan pilihan, bukan gaya hidup, tetapi sebuah orientasi

2. Jika menemukan orang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata hei, ada apa? atau kamu baik-baik saja?
karena itu akan membuat orang introvert gak nyaman, sedih, dan merasa hilang semangat bahkan di dalam suatu adegan film disinggung tentang masalah introvert ekstrovert. kira2 gini percakapannya.
A : Pernahkah kau mendengar Alam semesta berbicara ?
B : Tidak...
A : Itu karena kau terlalu berisik ! (ekstrovert=banyak omong=Berisik).
cobalah untuk tenang maka kau akan dapat mendengar alam semesta "berbicara" (Berbicara di sini maksudnya adalah Inspirasi. Introvert=gak byk omong=lebih tenang=gampang dapet inspirasi).
  ane banget .. ga tau kudu senang apa sedih. tapi apapun itu ALLAH maha adil, pasti ada kelebihan dan kekurangan

menurut ane +
Lebih mendalami hidup
Lebih memperhatikan sekitar
Mudah mendapatkan ide
Hidup menjadi sangat tenang
Mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang pada biasanya
-
Dijauhin orang
Ngomong suka belibet
Malu
Jarang keluar rumah jadi kurang pergaulan

Welcome to My Blog

Popular Post

About Us

Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Followers

Powered by Blogger.

- Copyright © mencoba berbagi - Powered by Blogger - Designed by Amal Yusuf -