Showing posts with label Tips Pekerjaan. Show all posts


1. Menurut Anda sendiri… apakah Anda ini pintar?

(ingat, ada beda antara rendah hati dan rendah diri. Dan ini bukanlah waktu untuk menjadi sempurna pada keduanya.)

Iya. Dalam artian bahwa kepintaran di sini bukan sekedar diukur dari hasil tes IQ. Saya pikir kepintaran seseorang akan benar2 tampak ketika seseorang menghadapi beragam situasi dan berinteraksi dengan banyak orang. Dan dari aspek itulah saya merasa miliki keunggulan. Saya memiliki rasa percaya diri yg besar pada kemampuan saya untuk bekerja dengan orang lain, menyelesaikan permasalahan bisnis, dan juga membuat keputusan yg terkait urusan kerja. Tentu saja masih ada banyak hal yang saya belum tahu, tapi saya optimis bahwa saya bisa mempelajarinya. Sehingga saya lalu juga mengartikan kepintaran sebagai kemampuan yg baik untuk mengajukan pertanyaan pintar, mendengarkan dengan seksama, dan menyadari tak ada orang yg tahu tentang segalanya.

2. Apakah Anda merasa bosan bila harus melakukan pekerjaan yg sama berulang-ulang?

Tidak juga. Bila pekerjaan itu memang sudah menjadi tugas saya, maka saya tidak akan merasa bosan karena itu memang tanggung jawab saya untuk merampungkannya dengan kemampuan terbaik. Menurut saya, pekerjaan itu tidaklah harus punya sifat menghibur, yang penting saya telah meyakini bahwa itu adalah harga yg harus dibayar untuk meraih kesuksesan yg lebih tinggi.

Saya berpendapat bahwa bila ada seseorang yang mudah bosan dengan repetisi, maka dia bisa jadi akan mengalami masalah yg cukup serius nantinya. Karena terkadang kita harus mengesampingkan kesukaan kita dan berfokus pada melakukan apa2 yang memang harus dilakukan – meskipun itu bukanlah suatu hal yg baru.

Saya pikir sampai saat ini saya sudah terlalu sibuk untuk mengerjakan tugas saya sehingga sampai2 tidak sempat untuk merasa bosan :wink:

3. Anda lebih menyukai kerja dalam tim atau sendirian?

Bekerja dalam tim adalah salah satu elemen terpenting dalam sukses karir dan juga hidup. Sepengetahuan saya, bila seseorang tidak bisa bekerja dengan baik dalam tim, maka dia pun biasanya juga akan susah untuk bekerja dan berkomunikasi secara produktif dalam hubungan orang per orang.

Meskipun kerja tim amatlah penting, namun saya tetap mampu produktif dalam bekerja sendirian. Terkadang tekanannya memang terasa lebih berat, tapi saya sudah terbiasa untuk menganggapnya sebagai tantangan. Terkait manakah yg saya pilih; apakah bekerja dalam tim atau sendiri, maka itu tergantung pada manakah cara yg terbaik untuk merampungkan pekerjaan. Atas pilihan mana pun, saya masih bisa bekerja sama kerasnya dan dengan inisiatif penuh.

4. Apakah Anda suka bekerja dengan “benda”; apapun bentuknya?

(bila memang iya, apalagi pekerjaannya memang membutuhkan kompetensi teknis)

Ya, sedari dulu saya memang punya bakat dan kecepatan dalam mempelajari kemampuan teknis. Saya suka sekali bekerja dengan mesin dan gadget. Ketertarikan saya itu membuat saya bisa mengoperasikan banyak perangkat. Meskipun begitu saya juga punya kemampuan untuk mengkonseptualisasi sebuah penugasan dan lalu menerjemahkan konsep itu ke dalam bentuk konkrit implementasi di lapangan (baca: artinya klo Bapak ngasih saya perintah, bapak ndak perlu tahu tentang cara pengoperasian perangkat/mesin/gadget untuk memfasilitasi perintah itu. Cukup katakan saja perintahnya, ntar saya bisa kok mendayagunakan semua perangkat/mesin itu untuk memfasilitasi keinginan bapak.)

5. Apakah Anda suka bekerja dengan angka?

(bila memang iya, atau bila pekerjaannya memang membutuhkan kemampuan analitis dan matematis)

Tentu saja. Itu memang yang menjadi dasar untuk pekerjaan ini. Saya punya bakat yang kuat dalam mengurusi angka saya mampu menangani sisi hitung-hitungan dari bisnis. Pencatatan dan pembukuan yang akurat memang bagian manajemen yang penting dan bisa membantu dalam menunjukkan wilayah2 yang bisa dikembangkan. Dan di bagian situlah saya memiliki bakat dan kemampuan.

6. Apakah Anda suka bekerja dengan orang?

(bila memang iya, atau situasi yang diharapkan memang adalah kerja tim)

Iya, sangat. Bila kita bermaksud untuk memenuhi target dan menindaklanjuti rencana pertumbuhan yang telah dicanangkan, maka kita memang harus mengatur dan mengkoordinasi kerja dari banyak orang. Saya percaya dengan kekuatan sinergi dalam kerja tim, di mana daya kreativitas yang muncul di sana akan lebih besar ketimbang yang bisa dimunculkan oleh orang per orang secara sendiri-sendiri.

(tapi bila tidak, atau bila pekerjaannya menuntut Anda untuk bisa kerja sendirian)

Saya selalu bisa bekerja dengan orang lain, tapi saya tak punya kesulitan untuk bekerja sendirian. Saya punya kemampuan inisiatif yang besar. Saya juga bisa membuat target-target secara mandiri, atau menjalani target yang ditugaskan dan merampungkannya.

7. Apakah Anda betah menangani hal-hal detail?

Iya, saya kira begitu. Saya bersedia melakukan apa-apa yang ditugaskan kepada saya. Bila ketelitian ekstra pada detail adalah salah satu prasyarat di dalamnya, maka saya pun akan melakukannya. Saya percaya bahwa sukses dan percepatan karir adalah hasil langsung dari terlaksanya tugas dengan baik, termasuk di dalamnya adalah ketelitian pada hal-hal yang detail.

8. Apakah Anda punya jiwa kompetitif?

Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan agar bisa sukses di lingkungan korporat. Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi secara ganas dengan rekan kerja untuk mendapatkan pengakuan, kenaikan gaji, atau promosi. Bila saya bekerja dengan baik dan selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan datang.

Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri. Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya sendiri – untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.

9. Apa yang Anda lakukan bila Anda punya cara pandang yang berbeda dengan atasan?

Yang jelas saya bukan seorang yes-man. Tapi meskipun begitu, saya cukup berhati-hati dengan bagaimana saya mengekspresikan pendapat. Saya tidak akan seenaknya menyatakan ketidaksepakatan saya atas pimpinan di depan banyak orang. Karena saya tahu rata-rata orang tidak suka dicela di depan umum. Selama rapat berlangsung, saya biasanya membuat mencatat dengan baik, lalu memberikannya kepada orang lain secara rahasia. Saya percaya kita bisa menunjukkan ketidaksepakatan dengan tanpa menunjukkan sikap pertentangan. Yang penting kan bukan ketidaksepakatan kita itu, namun adalah agar pendapat kita didengar dan dihargai. Dan saya tahu betul bahwa cara kita menyampaikan sesuatu akan menentukan apakah pendapat kita akan didengarkan atau tidak

satu lagi gan dalam test wawancara kita harus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar tidak boleh menggunakan bahasa daerah.

6 Tips Agar Dapat Gaji Layak

Tuesday, 12 June 2012
Posted by Amal Yusuf

Apakah Anda sering merasa tidak mendapat kompensasi layak dibanding beratnya tanggung jawab yang Anda pikul? Berapa gaji yang sesuai untuk kemampuan dan jabatan Anda? Teknik negosiasi dan kemampuan asertif mudah dipelajari dengan ikut kursus atau membaca buku.
Tapi jika Anda ditampuk sebagai pemberi komando atau pimpinan, Anda harus percaya betul kalau Anda layak mendapat gaji yang sesuai. Tanpa keyakinan itu, Anda kekurangan motivasi untuk berdiri tegar dan kepercayaan diri untuk meyakinkan orang lain.

Sayangnya, banyak wanita yang cenderung menilai dirinya lebih rendah dari seharusnya. Mereka memberikan waktu dan kemampuannya secara gratis atau di harga standar karena tidak percaya kalau mereka sebenarnya bernilai lebih mahal. Apresiasi yang kurang terhadap diri sendiri ini berdampak pada perolehan gaji di bawah kelayakan Anda.

Menurut Barbara Stanny - penulis buku Secrets of Six-Figure Woman dan Overcoming Underearning, ratusan wanita karir bergaji tinggi yang pernah diwawancarainya mengaku kerap mempertanyakan nilai dirinya sendiri. Memang penting, tapi mereka tidak membiarkan hal ini jadi penghambat.

Sebaliknya, wanita-wanita ini mengembangkan kepercayaan diri dengan terus mendorong dirinya untuk bisa melakukan lebih, meminta apa sepantasnya mereka terima dan berani bilang tidak ketika diperlukan. Padahal mereka juga bergelut dengan rasa takut, ragu terhadap diri sendiri, jantung berdegup kencang dan lutut lemas.

Ingin punya uang lebih banyak karena Anda rasa layak mendapatkannya? Praktikkan 6 tips dari Barbara Stanny berikut ini, seperti dilansir dari Forbes.com (30/5/2012):


1. Berpikir besar,lalu lebih jauh dan besar lagi Apa yang mayoritas kita lakukan adalah membatasi pendapatan dengan menurunkan ekspektasi kita. Apalagi wanita. Idenya adalah merubah pola pikir menjadi, apa imbalan yang layak untuk jasa Anda? Jangan hanya mengasumsikan apa atau berapa yang pasar mampu sediakan.

2. Riset sebelum tawar menawar Salah satu kesalahan terburuk yang kerap dibuat wanita adalah memilih angka yang terlalu rendah. Wanita pintar akan mencari nilai mereka di pasaran dengan meriset kisaran gaji rata-rata. Lalu mereka akan minta lebih tinggi dari yang ditawarkan supaya bisa punya ruang lebih banyak untuk 'bermanuver'. 

3. Inisiatif Tunjukkan bukti-bukti nyata tentang apa yang bisa Anda berikan. Mungkin Anda dulu pernah menyelamatkan mantan perusahaan dari kehilangan sekian ratus juta rupiah atau pernah menelurkan ide yang berhasil melipatgandakan penjualan. Setiap Anda mengemban tanggung jawab yang lebih berat, sukses menuntaskan sebuah tangangan, menciptakan perubahan positif, simpanlah bukti-bukti tersebut. Dokumentasi itu jadi bukti efektif untuk mendemonstrasikan nilai Anda terhadap sebuah organisasi.

4. 'Hipnotis' diri sendiri
Sihir diri Anda dengan pernyataan positif yang diekspresikan seolah-olah hal itu sudah terjadi. Sebagai contoh, “Saya yakin bisa meminta apa yang saya mau.” “Saya layak mendapat uang lebih banyak dalam hidup saya.” Tulis dan bacalah kalimat ini sesering mungkin.

5. Cari tantangan di area baru Kejadian di salah satu aspek hidup punya efek domino pada aspek lainnya. Jika Anda merasa tidak sanggup terjun mengerjakan sebuah tugas berat atau minta kenaikan gaji, coba daftar kursus seni atau olahraga ekstrim. Apa pun yang belum pernah Anda coba dan memaksa Anda keluar dari zona nyaman. Hal ini bisa membantu Anda membangun kepercayaan diri dan penghargaan diri sendiri.   

6. Bersikap seperti Anda memang layak mendapatkannya Minta gaji tinggi memang butuh keberanian luar biasa. Dan sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah cukup berani untuk melakukannya. Tapi bukan berarti Anda bisa menutupi bahwa Anda memang menginginkannya. Bahkan orang-orang yang bergaji tinggi itu sering meragukan 'harga' diri mereka yang sebenarnya. Tapi bagi dunia luar, mereka tampak tidak kenal takut. Itulah kuncinya. Saat Anda bersikap seperti layak mendapatkan gaji sebesar itu, otomatis orang lain juga terpengaruh dan percaya bahwa Anda layak. 

Beginilah Lamaran yang Akan Dibaca HRD Perusahaan

Saturday, 21 April 2012
Posted by Amal Yusuf

Guys, banyak orang setiap hari melamar pekerjaan pada perusahaan idamannya, tapi apakah anda tahu apa sebetulnya lamaran yang diinginkannya?bagaimana tips mengirim lamaran kerja?
Anda baiknya tahu masalah ini agar minimal lamaran anda dapat diterima dan anda diundang untuk mengikuti tes.

Fakta yang belum banyak diungkap oleh yang menulis tentang tips melamar pekerjaan adalah sebagai berikut: bahwa sesungguhnya tidak semua lamaran anda dibaca oleh perusahaan yang anda lamar. bahwa bisa saja lamaran anda menjadi koleksi di rak atau almari HRD, yang ada harus lakukan agar lamaran anda dibaca dan HRD tertarik, bocorannya adalah sbb

1. Pakailah Amplop yang luar biasa, jangan yang coklat atau putih, saya sarankan adalah yang berwarna misal, kuning, merah muda, hijau. tentunya anda kesulitan untuk mendapatkan amplop seperti yang disebutin diatas. yang anda harus lakukan adalah silahkan mencetak sendiri amplop-amplop tersebut. pertama anda akan lolos dari mata dan tangan HRD, sehingga lamaran anda dilihat dan dipegang.

2. Langkah selanjutnya adalah buatlah penutup amplop yang mudah dibuka, kalau terpaksanya menggunakan lem, cari lem yang mudah lepas, dan ini penting. buatlah HRD senang membuka lamaran anda. jika HRD lama membuka lamaran kerja, bisa bisa lamaran anda sudah dibuang dulu.

3. Fakta berikutnya adalah tidak semua lembar lamaran anda dibuka oleh HRD, solusinya adalah buat tampilan lembar pertama dengan mengesankan. Saran, jangan menggunakan foto yang ada logo universitas anda, siapkan foto yang format, light dan editannya bagus, dan kesankan kepada HRD bahwa anda adalah orang baik dan serius mau bekerja. Yang perlu dicacat lagi adalah, perhatikan mata di foto anda, jangan sampai kesannya mau marah, sedih, melotot. sedikit senyum akan menguntungkan anda. HRD kemungkinan besar akan langsung mereject foto-foto yang tidak jelas, mata melotot, pakaian tidak rapi dan foto yang asal-asalan.

4. Buatlah lamaran pekerjaan anda berwarna, kalau bisa yang soft, seperti warna biru, hijau muda dan lainnya. Anda lebih baik menggunakan kertas bukan yang A4 melainkan kertas yang lebih tebal dari itu. Kesankan bahwa anda serius mau bekerja di perusahaan tersebut.

5. karena HRD tidak akan membaca semua lembar lamaran anda, langkah yang harus anda lakukan adalah di dalam surat lamaran halaman satu anda, harus berisikan hal berikut.

a. Nomor telpon anda
b. Pengalaman kerja lengkap dengan jobdesc dan prestasi anda
c. Kemampuan dan keahlian anda dalam bidang pekerjaan
d. Bubuhkan tanda tangan yang menyakinkan.
e. Hati-hati menulis lamaran pekerjaan dengan tulisan tangan, apalagi tulisan tangan anda jelek dan sulit dibaca.

Anda bisa berepot-berepot sedikit untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Salam dari yang biasa membuka lamaran kerja.
Welcome to My Blog

Popular Post

About Us

Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Followers

Powered by Blogger.

- Copyright © mencoba berbagi - Powered by Blogger - Designed by Amal Yusuf -