Posted by : Amal Yusuf Wednesday, 7 September 2016

TANTANGAN SEORANG PEMIMPIN, bukanlah menjadi paling pintar, tapi 'mengendalikan' tim yang lebih pintar dari dirinya.


Memimpin adalah seni ‘mengelus’ dan ‘menampar’. Tahu kapan saatnya menyayang dan saatnya tegas.
Jika ingin menumbuhkan tim, maka beri dia wewenang, tapi juga tuntut untuk bertanggung jawab. Karena itu satu paket. Butuh kesabaran ‘mendidik’ tim. Jangan mengambil alih tugas tim saat tak beres, tapi didiklah untuk membereskan tugasnya.
Punishment dan Rewarding adalah sepaket dalam ilmu motivasi dan kepemimpinan. Tentu perlakuannya tergantung masing-masing pribadi. Toh 'menghukum' bukan berarti berperilaku kasar, bisa jadi 'dibaikin' saat dia salah, malah jadi hukuman untuk orang yang beradab.
Menghukum seperti ‘memetik’, jangan dilakukan jika kita belum menanam. Tanam dan pupuklah hubungan dengan tim, jauh sebelum menegur. Seperti dalam pernikahan, jika kebaikan yang kita tanam banyak, maka saat ‘badai’ datang, cinta membawamu kembali. #eaaa
Insentif yang tinggi tak menciptakan loyalitas, tapi hanya menciptakan robot pengejar uang. Jika ada yang lebih hijau, kabur deh..
Loyalitas adalah buah ketulusan yang ditanam seorang pemimpin, sering bukan dari hal yang besar, namun hal-hal kecil yang membuat perbedaan besar.
Pemimpin bukanlah ‘penepuk dada’ sendiri, melainkan ‘penepuk bahu’ timnya.
Penepuk dada >> “Kalo gak ada aku, gak jalan..!"
Penepuk bahu >> “Kalo gak ada kamu, gak jalan..!”
Yuk belajar menepuk bahu..

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

About Us

Dengan Menyebut Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Followers

Powered by Blogger.

- Copyright © mencoba berbagi - Powered by Blogger - Designed by Amal Yusuf -